Ronny, SI Anak Rakus

Bookmark and Share


Ronny adalah anak yang sangat rakus. Dia tinggal bersama Mama dan lima saudara kandungnya. Pada suatu hari, Mama membeli sebuah roti. Mama meletakkan roti itu di meja makan. Ke-lima saudaranya sedang pergi bermain. Saat itu Ronny baru saja pulang dari sekolah. Ronny berjalan ke arah meja makan, untuk melihat hidangan yang sedang tersedia. Mama sedang berada di luar rumah untuk membersihkan pekarangan rumah.

Ronny begitu terkesima melihat roti yang terlihat sangat enak di atas meja makan. Ronny lalu berpikir, “Wah... Roti ini kelihatannya sangat enak. Kalau menunggu saudara-saudaraku pulang untuk memakannya, pasti aku hanya akan mendapatkan bagian yang sedikit.” Maka Ronny pun segera mengambil separuh dari roti tersebut lalu membawanya ke dalam kamar. DI dalam kamar, Ronny memakan semua roti yang telah dia ambil dengan cepat Setelah selesai menghabiskan roti yang dia ambil, Ronny segera meninggalkan rumah secara diam-diam untuk bermain.

Tidak lama kemudian, Mama masuk ke dalam rumah karena telah selesai membersihkan pekarangan rumah. Mama begitu terkejut saat masuk ke ruang makan. DI atas meja makan, Mama menemukan roti yang baru saja dia beli tinggal separuh saja. Mama mengira jika roti tersebut telah dicuri oleh tikus yang biasa mencuri makanan di atas meja makanan dengan cerdik. Setelah Ronny dan ke-lima saudaranya pulang ke rumah, Mama menceritakan tentang kejadian yang baru saja dia alami itu, termasuk Ronny. Namun mereka semua seakan tidak tahu-menahu perihal apa yang telah diceritakan oleh Mama. Mama juga tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, karena Mama percaya bila semua anak-anaknya adalah anak yang baik hati.



Di hari Minggu, seperti biasa, Mama dan Papa selalu berbelanja di pasar. Setelah pulang dari pasar, Mama dan Papa selalu membawa barang-barang belanjaan yang lumayan banyak. Mama biasa menyimpan beberapa barang belanjaan di dalam lemari, dan sebagian lagi di gudang.

Ronny tahu kalau Mama dan Papa pasti juga membawa banyak makanan sepulang dari pasar. Maka di dalam pikiran Ronny pun segera timbul pikiran jahat. Ronny ingin memakan beberapa dari makanan yang telah Mama dan Papa beli secara diam-diam.

Pada sore hari, saat Papa sedang pergi ke rumah nenek, dan ke-lima saudara Ronny pergi bermain, Ronny segera melancarkan aksinya. Ronny segera berjalan mengendap-endap ke arah leamri penyimpanan makanan. Di dalam almari itu Ronny menemukan beberapa makanan. Salah satu makanan kesukaan Ronny adalah cokelat. Ronny tidak mau melewatkan kesempatan yang baik ini, agar dia bisa menikmati cokelat sepuas-puasnya.

Ronny mengambil beberapa cokelat yang tersimpan di dalam lemari makanan. Dia membawa beberapa cokelat itu ke dalam kamarnya, dan memakannya. Ronny memakan semua cokelat dalam waktu sekejap. Rasa cokelat yang Ronny makan memang terasa berbeda, namun Ronny tidak begitu mempedulikannya.

Tidak lama kemudian, terdengar suara pintu diketuk dari luar kamar Ronny. Ronny begitu takut pada saat itu. Ronny mengira bila perbuatannya telah diketahui oleh seseorang. Ronny berusaha menenangkan diri, untuk menutupi perbuatan buruknya itu, lalu membuka pintu kamar. Ternyata orang yang mengetuk pintu kamar adalah Mama.

Mama bertanya,”Ron... Apakah kamu tahu cokelat yang Mama simpan di dalam lemari itu??”

Ronny agak terkejut karena dugaannya ternyata benar. Ronny berusaha menutupi perbuatannya dengan memarahi Mama,”Mama.... Aku dari tadi di dalam kamar. Mama jangan menuduh seenaknya donk!!”

“Maaf sayang... . Mama tidak menuduh. Untung saja kamu tidak memakannya. Mama sengaja meletakkan cokelat itu di dalam lemari supaya tidak ada yang menemukannya, apalagi memakannya. Soalnya cokelat itu sudah kadaluwarsa. Mama mau membuangnya, tapi belom sempat. ” Kata Mama dengan merasa sangat bersalah.

Ronny ,”.....................”





Blog lagu, dongeng, pendidikan anak:

http://www.lagu2anak.blogspot.com

http://www.funchildsongs.blogspot.com

(Zepe Heru Saputra S.S)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar