GEBRAKAN BMI MENUNGGU CINTA NEGARA

Bookmark and Share

Negara Hongkong adalah sasaran kaum hawa untuk mengkais rejeki. Selain gajinya besar juga Negara yang sangat disiplin dalam pemerinyahannya, terutama tentang hukum sangat ketat dan adil tanpa membeda-bedakan. Sehingga kaum BMI merasa dilindungi bila ada kejadian yang merugikannya.
Maka tidak heran bila banyak kaum hawa lebih betah tinggal di Hongkong. Selain itu pemerintah Hongkong juga memberi kebebasan kalangan BMI dari beberapa Negara untuk mengisi liburan dengan mengadakan organisasi yang positif. Maka, jangan heran kalau banyak BMI yang pulang tidak semakin bodoh tapi semakin pintar melebihi kepintaran yang mempunyai gelar sarjana.


Selain adanya organisasi, tempat-tempat kursus, kini ada gebrakan baru lagi yang telah diadakan oleh gabungan beberapa organisasi untuk memikirkan nasib BMI yang mempunyai sakit rohani karena terbawa arus kehidupan Hongkong yang serba bebas. Sebab, walaupun bagaimana mereka yang sangat butuh perhatian khusus untuk dibawa kembali kejalan yang benar.
Selain itu, sudah saatnya kalangan BMI untuk membuktikan kepada masyarakat Indonesia yang memandang sebelah mata tentang BMI yang dilihat sisi kerjaanya yang rendah. So.. gebrakan-gebrakan ini lah sebagai bukti bahwa para BMI lah yang telah mempunya jasa besar pada negaranya. Sebab, selain bekerja untuk keluarga secara tidak langsung juga bekerja untuk pemerintah juga dengan adanya devisa.
Tapi, sangat disayangkan sekali dengan keputusan Negara yang kurang bijak terhadap BMI yang sedang pulang ke tanah air sering terjadi pemerasana yang dilakukan oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab, disaat tiba di terminal 3 bandara Jakarta. Apa sebenarnya maksudnya, apakah BMI itu hanya akan dijadikan sapi perahan saja? Oh..!!! jangan lakukan itu, seharusnya justru diberi pelayanan serba nyaman dan aman.
Maka, walaupun dengan embel-embel pendidikan yang berbeda-beda tetapi hanya dengan modal nekat akhirnya terwujudnya manusia-manusia kreatif seperti contohnya: Organisasi PDV yang sudah dapat mendirikan pondok pesantren dijateng, meluncurnya buku-buku karya BMI yang dapat menggelitik para sastrawan, dan adanya dakwah-dakwah lainnya yang patut diacungi jempol.
Ini sebagai bukti walaupun hanya sebagai pembantu rumah tangga tapi dapat mengangkat derajat kaum hawa walaupun tidak harus mempunyai embel-embel gelar dibelakang namanya. Kalau menanyakan, kebenarannya bisa dibuktikan melalui surat kabar, internet, atau kasak-kusuk para Ustad yang sudah pernah datang ke Hongkong. Pasti merasa berdecak kagum akan semangat BMI yang berada di Hongkong dalam berjuangannya mengkais rejeki dan dalam perjuangan dakwah.
Kalau dilihat dengan logika memang tidak masuk akal, tapi berkat niat, semangat dan dukungan Pemerintah Hongkong akhirnya bisa terwujud walaupun harus dengan perjuangan yang sangat besar. Ini semua demi harga diri yang selama ini sering jadi fitnahan masyarakat Indonesia sendiri yang masih banyak memendang bahwa BMI itu adalah rendah.
Semoga perjuangan ini tidak akan sia-sia untuk membangun Negara yang sedang sakit jiwa dan rohaninya. Negara tidak akan sakit kalau tidak ada virusnya, maka mari bersatu membasmi virus-virus yang menyakiti Negara. Dengan senyum getir semua BMI menanti belaian kasih dari pemerintah Negara Indonesia untuk member kebijaksanaan dalam melayani BMI. SELALU MENUNGGU KASIHMU NEGARA INDONESIA

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar