Jangan melupakan Kematian ( Hidup hanya sementara)

Bookmark and Share
Kenikmatan dunia ini yang sebenarnya kalau dibandingkan dengan kenikmatan akhirat yang begitu luar biasa indahnya bahkan tidak akan pernah ada manusia yang dapat membayangkan betapa indahnya kehidupan akhirat kelak jika kita dapat memanfaatkan waktu di dunia ini sebaik-baiknya. Namun malah berlaku sebaliknya, kita terlalu lalai dengan dunia yang hanya sesaat ini sehingga melupakan akhirat yang merupakan kehidupan yang kekal untuk kita, kenikmatan dunia yang pada akhirnya malah membuat kita lupa akan satu hal yang pasti akan kita hadapi yaitu KEMATIAN.

Tidak ada satu orangpun di dunia ini yang akan luput dari yang namanya kematian. Segala yang hidup di dunia ini, pasti akan mengalami yang namanya kematian, yang merupakan suatu kepastian akan terjadinya. Namun juga ketidakpastian akan penyebabnya.

Malaikat Maut datang ke rumah setiap hari
Dari Hasan ia berkata”Tiada hari melainkan malaikat maut mengintip setiap rumah beberapa kali. Barang siapa diantara meraka didapati rezkinya telah habis dan azalnya telah tiba, maka ia akan mencabut ruhnya. Apabila ia telah mencabut ruhnya, ia menemui keluarganya dengan sedih dan menangis. Malaikat maut itu bediri di tiang pintu lalu berkata ‘Aku tidak berbuat salah kepadamu. Demi Allah, aku hanya diperintahkan. Aku tidak memakan rezkinya, aku tidak menghabiskan umurnya, dan aku tidak mengakhiri azalnya. Sesungguhnya tugasku kepadamu adalah mengunjungimu lagi sehingga tidak tertinggal seorang pun diantara kamu.” Al-Hasan berkata, “Demi Allah, jika mereka melihat tempatnya dan mendengar ucapannya, tentu mereka akan melupakan mayit meraka dan menangisi dirinya sendiri.” (Ibnu Abi Dunya dan Abusy-Syaikh).



Siap atau tidak, muda atau tua, kaya atau miskin, semuanya akan mengalami kematian, hanya saja tidak ada yang tahu diantara kita kapan kita akan meninggalkan dunia yang fana ini, untuk menunggu di kuburan dengan


Sumber gambar: Google.com

penuh siksaan atau ketenangan dan kenyamanan untuk menunggu hari kiamat tiba.

Bagi orang-orang yang benar-benar beriman, sesungguhnya mereka tidak akan meyianyiakan walau hanya sedetikpun waktu mereka di dunia ini untuk hal-hal yang tidak bermanfaat untuk kehidupan akhirat yang kekal.

Allah berfirman: ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).

Jadi, bagamana agar kita tidak menjadi orang merugi?
Sekali lagi, ingatlah bahwa kehidupan didunia ini hanylah sementara, kita hidup hanylah satu kali, suka atau tidak suka anda akan merasakan bagaimana rasanya meninggal dunia. ini hanyalah merupakan kewajiaban kita untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. karena dengan kita selalu mengingat yang namanya kematian, niscaya kita akan memanfaatkan waktu kita sebaik mungkin. Rasulullah telah bersabda melalui salah satu hadistnya :

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: 1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, 2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, 3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, 4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, 5. Hidupmu sebelum datang kematianmu.”

(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir)

Daud Ath Tho’i berkata, “Sesungguhnya malam dan siang adalah tempat persinggahan manusia sampai dia berada pada akhir perjalanannya. Jika engkau mampu menyediakan bekal di setiap tempat persinggahanmu, maka lakukanlah. Berakhirnya safar boleh jadi dalam waktu dekat. Namun, perkara akhirat lebih segera daripada itu. Persiapkanlah perjalananmu (menuju negeri akhirat). Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan.”

Masa lalu kita tidak dapat mungkin kita lalaui lagi, karena itu merupakan jarak terjauh yang mungkin pernah kita jalani lagi. dan kita juga tidak pernah tahu bagaimana keadaan kita untuk masa yang akan datang, setelah membaca artikel ini, nanti, esok, kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita. Namun, kita masih punya waktu kini, saat ini adalah kenyaatan yang sedang kita jalani, waktu yang akan menentukan kemana kita melangkah, maka dari itu melangkahlah kejalan yang diridhai Allah,menjalani segala kegiatan kita menurut syariah serta jangan pernah melupakan sedekah untuk kemaslahatan dunia dan akhirat.sumber

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar