PROBLEM BESAR BAHASA INGGRIS DI SD ADALAH KURIKULUM DAN TENAGA PENGAJAR YANG TIDAK JELAS

Bookmark and Share

Seperti yang telah dijelaskan di kurikulum bahwa tujuan pembelajaran Bahasa Inggris di SD adalah agar anak dapat mencapai kompetensi pada level performatif. Pada tingkatan ini diharapkan anak didik dapat membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara dengan simbol-simbol yang digunakan.

Berbicara mengenai fakta di lapangan output anak SD dalam kemampuan Bahasa Inggris jauh dari yang disinggung di dalam kurikulum. SK dan KD yang sudah dikonsep sedemikian bagus hanya tinggal tulisan dan formalitas saja. Kemampuan Bahasa Inggris anak-anak lulusan Sekolah dasar sangat minim. Padahal kalau kita menengok pada penjelasan level performatif dimana anak dapat menguasai empat aspek keterampilan Bahasa.

Kurikulum, SK dan KD yang sudah ada tidak akan dapat terealisasi selama Bahasa Inggris masih sebagai mulok. Bahasa Inggris di SD memerlukan seperangkat kurikulum yang jelas dan pasti, Bahasa Inggris di SD memerlukan tenaga pengajar yang bisa dipertanggung jawabkan. Bahasa Inggris tidak akan sukses jika terintegrasi dengan mata pelajaran lain yang diajar oleh guru kelas. Guru kelas sudah banyak tugas dan fokus mengajar mapel pokok. Bahasa Inggris kurang maksimal jika diajar oleh guru kelas. Bahasa Inggris memerlukan kemampuan guru baik dari segi disiplin ilmu maupun metode pengajaran. Oleh karena itu Bahasa Inggris idealnya diajar oleh guru yang memiliki basic Bahasa Inggris.

Memang tepat jika Bahasa Inggris menjadi prioritas untuk diajarkan di SD sebagai mulok pilihan tetapi yang menjadi masalah di lapangan adalah ketika seperangkat pembelajaran dan pedoman Bahasa Inggris masih kabur dan belum pasti, tidak hanya itu Bahasa Inggris di SD sebagian besar belum memiliki tenaga pengajar yang bisa diandalkan, karena memang sampai sekarang belum ada kebijakan dan peraturan yang memberikan tempat bagi guru Bahasa Inggris PNS di SD.

Bagaimana anak didik dapat mencapai kompetensi minimal yang diharapkan, bagaimana mungkin mereka mencapai tingkat literasi performatif seperti di atas jika 2 problem besar di atas tidak dibenahi, yakni perangkat pembelajaran dan pedoman yang jelas serta guru yang mumpuni. 

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar